Sabtu, 12 Mei 2012 Tags: 0 komentar

Hadis tentang shalat dalam pandangan logika matematika



Rasulullah SAW pernah bersabda: "Yang pertama akan dihisab dari seorang hamba adalah shalatnya. Jika baik shalatnya, maka baiklah seluruh amalannya dan jika buruk shalatnya, maka buruklah seluruh amalnya".


Kita akan mengotak-atik bagian terakhir dari hadis ini yaitu "Jika baik shalatnya, maka baik seluruh amalannya, dan jika buruk shalatnya, maka buruklah seluruh amalannya" . Kalimat ini bisa dipecah menjadi dua kalimat majemuk:
- jika baik shalatnya, maka baik seluruh amalannya
- jika buruk shalatnya, maka buruk seluruh amalannya.
Kedua kalimat majemuk itu dihubungkan dengan kata hubung "dan"


Kalimat tersebut kemudian bisa dibuat menjadi kalimat tunggal simbolis sebagai berikut:
- p = baik shalatnya
- q = baik seluruh amalannya
- ~p = buruk shalatnya
- ~q = buruk seluruh amalannya
Dengan demikian, maka bentuk kalimat majemuk tersebut adalah sebagai berikut
(p -> q) & (~p -> ~q)


Untuk kalimat paling luar yang dihubungkan dengan dan (&), kalimat itu benar jika dan hanya jika keduanya bernilai benar. Artinya kalimat ini benar jika kedua kalimat yaitu (jika baik shalatnya, maka baik seluruh amalannya) dan kalimat (jika buruk shalatnya, maka buruk seluruh amalannya) bernilai benar.


Karena kedua kalimat itu merupakan sebuah implikasi, maka kalimat itu akan bernilai salah jika dan hanya jika anteseden (bagian depan) bernilai benar dan konsekuen (bagian belakang) bernilai salah.
Misalkan - pada kalimat pertama:
- shalatnya baik (B)
- baik seluruh amalnya (S)
atau - pada kalimat kedua:
- shalatnya tidak baik (B)
- buruk seluruh amalnya (S)


Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa:
- tidak mungkin orang yang shalatnya baik, tapi tidak baik amalannya. (kalimat pertama)
- tidak mungkin orang yang shalatnya tidak baik, tapi baik amalannya. (kalimat kedua)

http://reyukie.blogspot.com/2011/03/hadis-tentang-shalat-dalam-pandangan.html

Jumat, 11 Mei 2012 Tags: 0 komentar

Mini Vacuum Cleaner Laptop



        Vacuum cleaner, alat pembersih debu ini memang sudah banyak digunakan orang. Jika yang selama ini Anda gunakan vacuum cleaner berukuran besar, nah yang ini lain lagi.  Laptop vacuum cleaner ini berukuran kecil dan imut. Gadget ini bekerja cukup dengan menghubungkannya ke port USB yang ada di PC atau laptop Anda. Mudah digunakan dan aman.

Karena bentuknya yang imut dan mungil, sela-sela sekecil apapun dapat dibersihkan. Tentunya hal ini sangat berbeda dengan vacuum cleaner pada umumnya yang agak sulit untuk dapat membersihkan debu yang ada di sela-sela.

Usb vacuum cleaner ini bisa digunakan untuk membersihkan debu-debu yang menempel di keyboard komputer Anda. Jadi mudah kan? nggak perlu lagi membongkar keyboard untuk membersihkannya. Atau mungkin Anda suka makan snack yang selalu meninggalkan remahan dimana-mana. Gadget ini juga dapat membersihkannya.

Anda jangan salah, meskipun usb vacuum cleaner ini berukuran imut dan mungil bukan berarti memiliki kinerja yang buruk. Laptop vacuum cleaner ini bekerja maksimal dan dapat membersihkan kotoran/debu yang menempel di celah sempit.

Anda juga dapat membawa usb computer vacuum ini kemanapun, karena ukurannya yang mini. Mau dibawa camping, tamasya atau saat aktivitas di luar pun OK. Nah, sekarang Anda tak perlu lagi menggunakan kuas untuk membersihkan celah-celah sempit, karena kotorannya justru bisa masuk ke celah keyboard.


Kacamata MP3


2GB (400+lagu), tanpa kabel (tidak bergelantungan seperti MP3 player lainnya, gak pake ribet)

    Tampil keren dengan kacamata mp3 , dilengkapi memori 2gb, anda bisa mendengarkan ratusan lagu nonstop 5 jam tanpa henti, sebuah gadget unik yg tiada duanya, cocok bagi anda yang suka melakukan traveling atau lagi setir mobil sekaligus mengeblok cahaya matahari, bisa sambil mendengar kan lagu favorit anda. Bisa juga untuk sambil bekerja di depan komputer, sekaligus mengurangi cahaya yang datang dari monitor komputer.
• Mendukung format musik MP1, MP2, MP3, WMV, WMA, ASF, WAV.
• Lensa impor polaroid polarizing dengan tampilan yang trendy, untuk melihat dengan jernih.
• Kaca bisa diputar ke atas (flip up) jika ingin melihat tanpa kaca.
• Lensa kaca mata ini juga mampu menahan sinar UV (ultraviolet). Mau berjemur di bawah sinar matahari sambil mendengarkan musik? tidak masalah!
• Earphone nya fleksibel, dengan teknologi HIFI stereo hingga volume 85 decibel, memberi Anda musik berkualitas tinggi. Hi-clarity – Suara yang tidak Anda dengar lewat audio di PC bisa Anda dengar dengan jernih di sini!
• Dilengkapi Baterai Lithium yang dapat memutarkan musik hingga 5-jam nonstop !


Mouse Jari


          Ingin bekerja lebih cepat? Mouse unik untuk bekerja lebih cepat di depan komputer. Tidak perlu menjangkau mouse atau memindahkan tangan dari keyboard, langsung klik di tempat terdekat. Bisa mengetik sambil menggerakkan mouse.   Malas menjangkau mouse saat mengetik? Kalau jarak mouse dari terlalu jauh, tangan akan terasa pegal. Dengan mouse jari tidak perlu meraih mouse di atas meja, di atas keyboard pun bisa.   Mouse lucu ini bisa bekerja di atas permukaan apa saja. Tombolnya ringan, sedikit disentuh sudah klik. Bentuknya keren, model mouse terbaru.   Bergerak lebih cepat. Mouse unik ini ringan dan bisa bergerak dalam range yang lebih luas daripada mouse konvensional yang berat.   Mungkin terasa agak canggung saat pertama kali menggunakan mouse unik ini. Pernah melihat orang pertama kali belajar memakai mouse? Ada tipsnya, ubah setting kecepatan mouse ke arah slow speed (control panel >> printers & other hardware >> mouse >> pointer options >> select a pointer speed). Untuk klik atau double click, agar tidak goyang saat mengklik, arahkan pointer ke arah yang akan diklik, angkat sedikit lalu klik.   Begitu terbiasa, mouse lama Anda jadi tidak terpakai lagi. Karena pakai mouse jari ini asyik sekali. Tangan kanan tidak perlu lagi meraih mouse, dengan mouse ini permukaan apa saja jadi.   Untuk laptop, mouse ini cocok sekali untuk dimasukkan ke dalam tas karena ukurannya yang lebih kecil dari mouse konvensional.

Kamis, 10 Mei 2012 Tags: 0 komentar

MS. EXCEL - MEMBUAT GRAFIK


BAB 6
MS. EXCEL - MEMBUAT GRAFIK



A.    Membuat Grafik Berdasarkan Data Berkelompok dan Berurutan
Data yang akan dibuat grafik adalah data rekapitulasi (data ringkas) yang dapat dibuat secara manual atau hasil dari proses PivotTable seperti penjelasan tersebut di atas.
Cara yang digunakan untuk membuat grafik adalah berikut :
1.      Aktifkan sheet yang berisi tabel yang akan dibuat grafik. Misalnya sebagai berikut:
Gambar 6.1 Tabel Rekapitulasi
2.      Klik menubar Insert, selanjutnya klik pilihan Chart atau klik tombol Chart Wizard pada toolbar Standard atau klik Chart Wizard pada toolbar PivotTable. Kotak dialog Chart Wizard - Step 1 of 4 – Chart Type akan ditampilkan.
3.      Pada kotak dialog tersebut klik tab Standard Types, kemudian klik pilihan Column pada bagian Chart Types. Tentukan pula tampilan grafik yang anda inginkan pada bagian Chart sub-type, misalnya anda klik pilihan 3-D Column. Pilihan tampilan berikut :
Gambar 6.2 Kotak Dialog Chart Step 1 of 4 – Chart Type
Pilihan pada kotak dialog tersebut terdiri dari :
§  Standard Types : proses pembuatan grafik langkah demi langkah (Wizard), sehingga anda tinggal mengikuti dan melengkapi elemen grafik yang ada pada kotak dialog wizard tersebut.
§  Custom Types : proses pembuatan grafik secara langsung dengan memilih jenis grafik yang ada dan sekaligus melengkapi elemen grafik.
§  Chart Types : pilih dan klik salah satu jenis tampilan grafik yang anda inginkan.
§  Chart sub-Type : pilih dan klik salah satu jenis tampilan grafik yang anda inginkan.
§  Press and Hold to View Sample : klik dan tahan tombol mouse untuk melihat contoh tampilan grafik.
4.      Apabila anda ingin mengetahui tampilan grafik, maka klik dan tahan pada tombol Press and Hold to View Sample.
5.      Klik tombol Next> untuk menampilkan atau menuju pada langkah berikutnya.
6.      Tentukan atau lengkapi elemen grafik pada kotak dialog berikut :
Gambar 6.3 Kotak Dialog Chart – Step 3 of 4-Titles
7.      Pada tab Titles berfungsi untuk memberikan judul pada judul grafik, kemudian isi judul grafik sebagai berikut :
§  Pada bagian Chart title berfungsi untuk menentukan judul grafik. Klik pada pilihan ini dan ketik judul grafik dengan Grafik Gaji Karyawan.
§  Pada bagian Category (X) axis berfungsi untuk menentukan judul grafik sumbu X. klik pada pilihan ini dan ketik Departemen.
§  Pada bagian Series (Y) axis berfungsi untuk menentukan judul grafik sumbu Y. klik pada pilihan ini dan ketik Golongan.
§  Pada bagian Value (Z) axis berfungsi untuk menentukan judul grafik sumbu Z atau judul tampilan nilai pada suatu grafik. Klik pada pilihan ini dan ketik TOTAL GAJI POKOK.
8.      Pada  tab Exes berfungsi untuk menampilkan atau menghilangkan keterangan pada sumbu X, sumbu Y dan sumbu Z. pada pilihan ini anda tidak perlu memilihnya, karena secara default pilihan ini telah dipilih yang ditandai dengan ceklist (Ö) pada bagian Category (X) axis, Series (Y) axis dan Value (Z) axis.
9.      Pada tab Gridlines berfungsi untuk menampilkan atau menghilangkan garis skala pembantu (grid) pada sumbu X, sumbu Y, sumbu Z. setiap sumbu terdiri dari major Gridlines dan Minor Gridlines. Major Gridlines berfungsi untuk membuat garis skala renggang dan Minor Gridlines berfungsi untuk membuat garis skala rapat. Anda dapat menentukan sendiri sesuai dengan keinginan.
10.  Pada tab Legend berfungsi untuk menampilkan atau menghilangkan (show Legend) keterangan gambar (warna) pada grafik. Klik pada bagian Show Legend sehingga ceklist (Ö) akan hilang dan keterangan grafik (warna) tersebut akan tersembunyi. Anda dapat menampilkan legend tersebut dengan memberi tanda ceklist pada bagian Show Legend, kemudian anda dapat menempatkan keterangan tersebut sesuai dengan keinginan dengan memilih pada bagian Placement.
11.  Pada tab Data Labels berfungsi untuk menempatkan label data pada grafik. Label data tersebut berupa teks atau nilai data itu sendiri yang berfungsi untuk memperjelas penyajian data. Pada bagian ini anda tidak perlu memilihnya.
12.  Pada tab Data Tables berfungsi untuk menampilkan atau menyembunyikan tabel data pada tampilan lembar kerja grafik yang dibuat. Pada pilihan ini anda tidak perlu memilihnya, karena secara default pilihan ini tidak terpilih (tidak ditandai dengan ceklist).
13.  Setelah elemen grafik anda tentukan, kemudian klik Next>. Kotak dialog Chart Wizard – Step 4 of 4 – Chart Location akan terlihat sebagai berikut :
Gambar 6.4 Kotak Dialog Chart Step 4 of 4 – Chart Location
Pada kotak dialog tersebut di atas, terdapat dua pilihan yaitu :
§  As new sheet berfungsi untuk menempatkan grafik pada lembar kerja yang baru dengan nama Chart1 dan masih dalam satu buku kerja (nama file). Nama grafik Chart1 ini dapat dirubah dengan nama lain sesuai keinginan.
§  As object in berfungsi untuk menempatkan grafik pada lembar kerja (data sheet) tertentu sesuai dengan pilihan anda.
14.  Klik tombol Finish untuk mengakhiri proses pembuatan grafik. Dengan proses tersebut diatas, maka grafik akan terlihat seperti berikut :
Gambar 6.5 Tampilan Hasil Pembuatan Grafik

B.     Membuat Grafik Berdasarkan Data Berkelompok dan Tidak Berurutan
Dalam pemanfaatan grafik pada MS. Excel kita dapat membuat grafik tersebut sesuai dengan data yang kita miliki. Langkah yang ditempuh tentu berbeda sesuai dengan model data yang ada, apakah data termasuk data berkelompok atau data tidak berurutan.
Data berkelompok adalah data yang bentuk tampilannya berada dalam kolom yang urut dan data yang urut ini dapat kita gunakan seluruhnya menjadi data pembuatan grafik. Sedangkan data yang tidak berurutan adalah data yang bentuk tampilannya berada dalam kolom yang tidak urut dan kita hanya menginginkan kolom tertentu dalam sebuah tabel tersebut yang akan dijadikan sebuah grafik.
Kita dapat membedakan dalam pembuatan grafik, jika data yang digunakan termasuk data berkelompok maka kita dapat memilih Data Range, sedangkan apabila kita menggunakan data tidak berurutan maka kita dapat memilih Series.
Berikut ini contoh data berkelompok dan data tidak berurutan :
Gambar 6.6 Contoh Data Berkelompok
Gambar 6.7 Contoh Data Tidak Berurutan
·         Adapun langkah pembuatan grafik dengan data berkelompok
Pembuatan grafik dengan pemanfaatan data berkelompok dapat dilakukan :
a.       Pilih Insert > Chart;
b.      Pada pilihan Standart Types pilih model grafik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan;
c.       Ikuti langkah tersebut dengan klik Next, lalu pada submenu Data Range anda dapat sorot data anda yang berkelompok seluruhnya;
Gambar 6.8 Kotak Dialog Data Range
d.      Terus ikuti langkah sampai pembuatan grafik sesuai dengan kebutuhan anda (isi pilihan-pilihan yang sudah disediakan dengan menyesuaikan pada preview yang tampak);
e.       Terselesaikannya pembuatan grafik dapat ditandai dengan pilihan Finish.
·         Adapun langkah pembuatan grafik dengan data tidak berurutan
Pembuatan grafik dengan pemanfaatan data tidak berurutan dapat dilakukan :
a.       Pilih Insert > Chart;
b.      Pada pilihan Standart Types pilih model grafik sesuai dengan keinginan dan kebutuhan;
c.       Ikuti langkah tersebut dengan klik Next, lalu pada submenu Series anda dapat sorot data anda yang tidak berurutan dengan memilih kolom mana yang akan dijadikan grafik;
Tempat Pengisian Data Tidak Berurutan
 
 


Gambar 6.9 Kotak Dialog Series
d.      Pada pilihan Series, klik Add untuk menambah kolom yang akan disorot, pada pilihan Name dapat diisi dengan melakukan sorot judul kolom, sedangkan Value dapat diisi dengan melakukan sorot isi kolom yang akan dijadikan data pembuatan grafik;
e.       Terus ikuti langkah sampai pembuatan grafik sesuai dengan kebutuhan anda (isi pilihan-pilihan yang sudah disediakan dengan menyesuaikan pada preview yang tampak);
f.       Terselesaikannya pembuatan grafik dapat ditandai dengan pilihan Finish.
C.    Formatting Grafik
Formatting grafik dapat dilakukan jika ingin memberikan tampilan sesuai dengan keinginan kita. Hal ini dapat langsung dilakukan dengan mengaktifkan bagian mana dari grafik yang ingin diatur formatnya. Langkah yang dapat dilakukan :
1.      Aktifkan pointer pada area yang diinginkan atau klik ganda (double click), pilih chart area untuk memformat background, atau plot area untuk memformat area grafik/plot;
2.      Klik tombol mouse sebelah kanan, kemudian klik Format Chart Area untuk memformat area background grafik atau klik Format Plot Area untuk memformat area grafik/plot;
Gambar 6.10 Contoh Format Chart Area
Gambar 6.11 Contoh Format Plot Area
3.      Pada pilihan Pattern kita dapat memilih warna maupun fill effect untuk memberi effeck yang lain sesuai dengan kebutuhan;
4.      Pilih OK.



Selain itu, kita dapar menentukan atau merubah elemen warna grafik dengan cara :
a.       Klik ganda (double click) elemen grafik yang akan dirubah warnanya, misalnya setiap tampilan warna garis grafik. Dilayar akan terlihat kotak dialog Format Data Series.
b.      Pada tab Patterns, klik warna sesuai dengan keinginan, misalnya warna kuning. Tampilan warna dapat anda lihat pada bagian sample. Perhatikan tampilan berikut:
Gambar 6.12 Kotak Dialog Format Data Series
c.       Anda dapat menggunakan warna lain dengan meng-klik tombol Fill Effects, kemudian dilayar akan terlihat kotak dialog Fill Effects sebagai berikut :
Gambar 6.13 Kotak Dialog Fill Effects
d.      Klik tab Gradient untuk menentukan gradasi yang akan diberlakukan pada elemen balok grafik, misalnya klik pilihan One color (untuk satu warna) dan klik pilihan Diagonal down. Pada kotak dialog Fiil Effects tersebut di atas, anda dapat memilih tab Texture untuk menentukan pilihan bentuk warna yang telah tersedia dalam Excel 2003. pilihan tersebut dapat anda lihat pada kotak dialog berikut :
Gambar 6.14 Tampilan Pilihan Texture
Disamping itu anda dapat memilih pola garis dengan mengklik tab Pattern. Pilihan pola garis tersebut dapat anda lihat pada kotak dialog berikut :
Gambar 6.15 Tampilan Pilihan Pattern
e.       Klik tombol OK untuk menutup kotak Fill Effects.
f.       Klik tombol OK kembali untuk menutup kotak dialog Format Data Series.

D.    Menghapus Grafik
Grafik yang telah dibuat pada lembar kerja dapat dihapus dengan cara berikut :
1.      Klik Chart Area grafik.
2.      Klik tombol mouse sebelah kanan, kemudian klik Clear atau tekan tombol Delete atau klik menu Edit, Clear, All.







MS. EXCEL - MEMBUAT dan MENGELOLA DATA BASE


BAB 5
MS. EXCEL - MEMBUAT  dan MENGELOLA DATA BASE


A. MENGELOLA DATABASE
Microsoft excel 2003 menyediakan fitur untuk kegiatan pengoperasian database seperti mengurutkan data, melacak dan menampilkan data dengan filter, melengkapi tabel dengan subtotal, membuat rekapitulasi data dan lain sebagainya.
Setiap perusahaan yang berskala besar maupun kecil berkepentingan dengan informasi. Informasi yang dimaksud adalah seluruh data yang bersumber dari internal perusahaan maupun eksternal perusahaan.
Yang dimaksud dengan internal perusahaan adalah data yang tentang pegawai, volume penjualan, area penjualan dan lain sebagainya.
Sedangkan eksternal perusahaan adalah data tentang tingkat permintaan barang, jumlah penduduk, tingkat inflasi dan lain sebagainya.
Kesemua data tersebut harus terangkum dalam database. Pemanfaatan database sangat bernilai untuk :
1.      Membuat perencanaan strategi maupun bisnis perusahaan;
2.      Membuat dan menentukan segment dan sasaran konsumen;
3.      Mengelola pelaksanaan atas rencana yang dibuat;
4.      Evaluasi atas pelaksanaan dilapangan dengan rencana yang telah dibuat;
5.      Evaluasi kinerja perusahaan dengan perusahaan lan yang sejenis.
Melihat betapa pentingnya database, maka perusahaan sangat membutuhkan database yang dikelola sedemikian rupa sehingga segala informasi yang dibutuhkan dapat tersaji dengan cepat dan akurat.
Tabel berikut ini, akan dijadikan sebagai sumber data dalam proses database. Oleh karena itu buatlah tabel berikut ini pada lembar kerja Anda.        
Record
 
Nama Field (Field Name)
 

Gambar 5.1 Tabel Database



1.      Conditional Formatting
Conditional formating merupakan fasilitas untuk memformat tampilan secara otomatis cell dengan kreteria yang telah ditentukan antara lain:
Tabel 5.1 Pilihan Conditional Formatting
Pilihan
Keterangan
Between
Antara
Not between
Tidak antara
Equal to
Sama dengan
Not Equal to
Tidak sama dengan
Greather than
Lebih dari
Less than
Kurang dari
Greather than or equal to
Lebih dari atau sama dengan
Less than or equal to
Kurang dari atau sama dengan

Adapun langkah-langkah sebagai berikut :
  1. Sorot / blok kolom atau baris yang akan dilakukan format otomatis
  2. Pilih menu Format > Conditional Formatting
  3. Tentukan fungsi yang akan ditampilkan seperti pada tabel diatas
  4. Isilah dengan angka yang ditentukan kolom disamping kotak fungsi
  5. Pilih kotak format
  6. Tentukan tampilan Cell yang diinginkan
  7. Pilik OK.
Perhatikan contoh berikut :
Apabila kita ingin memberikan tanda beda pada kolom gaji pokok dimana nilai gaji pokok antara 350.000 sampai 375.000 akan diberikan conditional format dengan warna merah, maka dengan mengikuti ketentuan di atas dengan otomatis akan tampak hasil sebagai berikut :
Gambar 5.2 Contoh Tampilan Conditional Formatting
2.      Mengurutkan Data
Mengurutkan data merupakan salah satu cara untuk mengelompokkan data, sehingga akan mudah ditemukan. Cara untuk mengurutkan data adalah sebagai berikut :
a.       Sorot atau blok range data yang akan diurutkan, termasuk judul kolom (field name) dan seluruh data, misalnya A1:F1;
b.      Pilih dan klik menubar Data, kemudian klik pilihan Sort…, kemudian dilayar terlihat kotak dialog Sort seperti berikut :
Gambar 5.3 Kotak Dialog Sort
c.       Tentukan field/judul kolom sebagai kunci pengurutan pertama pada bagian Sort by, misalnya Status Perkawinan;
d.      Klik pilihan Ascending untuk menentukan proses pengurutan secara menaik, selain itu anda dapat memilih Descending apabila anda menginginkan hasil pengurutan secara menurun dari yang terbesar ke yang terkecil;
e.       Pada bagian My list has, beri tanda atau klik pilihan Header row. Fungsi dari pilihan ini adalah sebagai berikut :
§  Header row : jika anda menganggap baris pertama dari range yang dipilih merupakan baris judul. Baris judul tersebut tidak akan diproses dalam pengurutan data.
§  No header row : jika anda menganggap judul tidak ada, sehingga turut diproses dalam pengurutan data atau apabila anda tidak menyertakan baris judul pada range data yang disorot.
f.       Akhiri dengan OK.
Status Perkawinan sebagai kunci pengurutan pertama
 

Gambar 5.4 Hasil Proses Pengurutan Berdasarkan Jenis Barang
Dari hasil tersebut di atas terlihat bahwa data dikelompokkan berdasarkan Status Perkawinan. Karyawan dengan status perkawinan “Kawin” ternyata cukup banyak, demikian juga dengan status perkawinan “Tidak”. Oleh karena itu anda dapat mengurutkan dengan kunci kedua bahkan kunci ketiga.
3.      Menampilkan Data dengan AutoFilter
Cara yang digunakan untuk pemilihan data sesuai kriteria dengan AutoFilter adalah:
a.       Sorot atau blok range judul kolom, misalnya A1:F10 atau cukup judulnya saja anda blok, yaitu range A1:F1;
b.      Pilih dan klik menubar data, kemudian arahkan pada pilihan Filter…, selanjutnya klik pilihan AutoFilter dimana :
1.      All : menampilkan semua data dengan semua kriteria.
2.      Top 10 : menampilkan record-record yang memiliki nilai penyaringan record
3.      Custom : menampilkan data dengan menentukan sendiri kriteria penyaringan record
·         Operator Pembanding
Pilihan
Artinya
Equals
Does not equal
Is greater than
Is greater than or equal to
Is less than
Is less than or equal to
Begins with
Doesn’t begins with
Ends with
Does not ends with
Contains
Does not contains
(=)
(<>)
(>)
(>=)
(<)
(<=)
Diawali dengan
Tidak diawali dengan
Diakhiri dengan
Tidak diakhiri dengan
Berisi
Tidak berisi
·         Pilihan And digunakan untuk membentuk kriteria dengan dua kondisi dan hanya akan menampilkan record-record yang memenuhi kedua kriteria yang dicondisikan.
·         Pilihan Or digunakan untuk membentuk kriteria dengan dua kondisi dan hanya akan menampilkan salah satu dari kedua kriteria yang dicondisikan.
·         Contoh 4.1 :
Field
Operator Pembanding
Kriteria
Hasil
Asal
Asal
Nama
Nama
Nama
Begins with
Does not begin with
Ends with
Contains
Does not contain
Ma
Ma
i
wi
a
Madiun, dan Magetan
Solo, Surabaya, Ngawi dan Ponorogo
Sofyan Hadi, Sri Nurhayati, dll.
Widiyanto, Tri Widyanto, dll.
Josephine, Endri Budi, dll.
·         Contoh 4.2 :
Menampilkan Tgl Lahir >= 1 Januari 1975
c.       Dengan proses tersebut, maka disetiap judul akan terlihat kotak pilihan (Dropdown). Perhatikan tampilan berikut :
Gambar 5.5 Tampilan AutoFilter
Pilih kriteria yang diinginkan pada setiap judul kolom (field) dengan cara klik daftar pilihan (dropdown) pada judul kolom (field) tersebut.
Misalnya anda akan menampilkan Departemen Pemasaran, maka cara yang anda lakukan adalah :
a.       Klik dropdown Departemen, kemudian klik pilihan Pemasaran. Perhatikan tampilan berikut :
Gambar 5.6 Tampilan Memilih Dropdown Departemen
b.      Setelah anda klik pilihan Pemasaran, maka akan terlihat sebagai berikut :
Gambar 5.7 Hasil Proses Pemilihan Data Departemen Pemasaran
Untuk memilih dua criteria pada field Departemen, misalnya memilih dan menampilkan Departemen Umum dan Produksi. Gunakan tabel data filter seperti gambar …. Cara yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
a.       Klik dropdown Departemen, kemudian klik pilihan [Custom…];
b.      Pilih salah satu operator relasi pertama sesuai dengan criteria, yaitu Equals (sama dengan);
c.       Disebelah kanan pilihan operator, tentukan data pertama pada bagian criteria dengan cara klik pada dropdown dan klik pilihan Umum;
d.      Klik jenis operator Or, jika anda akan menampilkan data dengan salah satu persyaratan yang telah ditentukan yaitu departemen Umum atau Produksi. Sedangkan operator And akan menampilkan data dengan kedua syarat terpenuhi sekaligus;
e.       Pilih salah satu operator relasi kedua sesuai dengan criteria, yaitu Equals (sama dengan);
f.       Disebelah kanan pilihan operator, tentukan data kedua pada bagian criteria dengan cara klik pada dropdown dan klik pilihan Produksi.
Informasi dari kotak dialog dapat dibaca Departemen = “Umum” or Departemen = “Produksi”.
Perhatikan kotak dialog berikut ini :
Gambar 5.8 Kotak Dialog Custom AutoFilter
Perhatikan di layar proses AutoFilter-Custom akan terlihat sebagai berikut :
Gambar 5.9 hasil Proses Custom AutoFilter
Untuk menampilkan kembali seluruh data, dapat dilakukan dengan cara memilih All pada field yang menjadi criteria atau klik menubar Data, Filter, kemudian pilih Show All.

4.      SubTotal
Fasilitas subtotal adalah merupakan perhitungan data dari setiap kelompok data yang sejenis atau menghitung total dari kriteria tertentu pada sebuah daftar. Untuk melakukan proses subtotal, gunakan langkah berikut :
a.       Urutkan database terlebih dahulu secara Ascending atau Descending pada field tertentu yang akan dibuat sub total, misalnya diurutkan berdasarkan Departemen secara Ascending;
b.      Klik menubar Data, kemudian klik pilihan Subtotal, maka kotak dialog akan terlihat seperti berikut :
Gambar 5.10 Kotak Dialog Subtotal
c.       Pada bagian At Each Change in, anda isi dengan memilih field. Pilihan ini sama dengan kunci pengurutan data pada subtotal yang anda lakukan pada langkah (a) di atas, yaitu klik pilihan Departemen.
d.      Pada pilihan Use function berfungsi untuk menentukan jenis fungsi yang akan digunakan dalam subtotal ini antara lain SUM untuk penjumlahan, Average untuk rata-rata, Max untuk nilai tertinggi, Min untuk nilai terendah, Count untuk menghitung banyaknya data. Karena anda ingin mengetahui jumlah total gaji pokok  dari masing-masing departemen maka pilih SUM;
e.       Pada bagian add subtotal untuk menentukan field apa yang akan dihitung, klik atau tandai dengan ceklist pada pilihan Gaji Pokok;
f.       Tandai dengan ceklist pada pilihan Replace current subtotal yang berfungsi untuk mengganti subtotal terakhir yang anda lakukan. Pilihan ini tidak perlu diklik, karena secara default telah ditandai dengan ceklist;
g.      Tandai dengan ceklist pada pilihan Summary below data yang berfungsi untuk memberi ringkasan pada setiap kelompok data dan diletakkan di bawah kelompok data tersebut. Pilihan ini tidak perlu diklik, karena secara default telah ditandai dengan ceklist;
h.      Apabila anda menginginkan hasil proses subtotal tersebut terpisah dan akan diletakkan pada halaman tersendiri untuk setiap group atau kelompok data, maka tandai dengan ceklist pada pilihan Page break between groups;
i.        Klik tombol OK, hasilnya proses subtotal tersebut di atas akan terlihat sebagai berikut :

Garis
Tingkatan
Baris
 
Tingkatan baris data
 

Gambar 5.11 Tampilan Hasil Proses Subtotal

Dari tampilan hasil proses subtotal tersebut di atas, terdapat tiga buah tombol yang masing-masing bertuliskan 1,2, dan 3. tombol tersebut berfungsi untuk memperluas atau mempersempit tampilan daftar hasil perhitungan subtotal berdasarkan levelnya. Apabila tombol 1 anda klik, maka akan menampilkan grand total, sedangkan apabila tombol 2 diklik, maka akan menampilkan subtotal untuk masing-masing kelompok data (masing-masing Departemen) dan apabila tombol 3 anda klik, maka akan menampilkan seluruh data.
Pada bagian subtotal untuk masing-masing kelompok data (masing-masing Departemen) terlihat symbol – yang berfungsi untuk menampilkan data yang tersembunyi.
Untuk menghapus subtotal yang anda buat, klik tombol Remove All pada kotak dialog Subtotal.

5.      Rumus Database
a.      Fungsi COUNT
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah kolom atau baris yang berisi karakter angka saja.
                               =COUNT([Value 1],[Value 2],….)
 
 


Isilah Value 1 dengan range area yang akan dihitung
Misalnya, Ingin menhitung berapa jumlah angka yang ada pada kolom total di tabel berikut
Maka kita dapat menggunakan rumus =COUNT(B2:B6)
Gambar 5.12 Tampilan Fungsi Count
b.      Fungsi COUNTA
Fungsi ini digunakan untuk menghitung berapa banyak di kolom atau baris yang berisi karakter apapun.
                            = COUNTA(value1,[value 2]…)
 
 


Isilah range dengan area yang akan dihitung
Misalnya, ingin menghitung berapa jumlah kolom/baris yang berisikan teks maupun angka pada kolom No dan Nama, maka kita dapat memanfaatkan fungsi ini dengan rumus :
=COUNTA(A2:B11)
Gambar 5.13 Tampilan Fungsi Counta

c.       Fungsi COUNTIF
=COUNTIF(range,criteria)
 
Fungsi ini digunakan untuk menghitung jumlah kolom atau baris yang berisi karakter teks.


Isilah range dengan area yang akan dihitung
Isilah criteria dengan syarat/criteria yang ditentukan
Misalnya ingin menghitung teks “bandung” seperti berikut ini, maka langsung dapat kita ketik :
=countif($B$1:$B$20,B15) atau
=countif($B$1:$B$20,”Bandung”)
Gambar 5.14 Tampilan Fungsi Countif

d.      Fungsi SUMIF
Fungsi ini digunakan untuk menjumlahkan seluruh data angka (numeric) dari sederetan angka sesuai dengan criteria tertentu.
Bentuk umum dari fungsi SUMIF adalah :
                            = SUMIF (range,criteria,sum_range)
 
 


Keterangan :
§  Range : digunakan untuk menentukan range yang akan dievaluasi atau diuji.
§  Criteria : digunakan untuk menentukan criteria atau kondisi tertentu yang akan dihitung. Criteria ini dapat beruppa huruf, angka atau rumus.
§  Sum_range : digunakan untuk menentukan range data yang akan dijumlahkan atau dihitung.
Misalnya pada lembar kerja berikut akan dihitung total gaji pokok untuk mmasing-masing golongan, yaitu total gaji untuk golongan I, golongan II, dan golongan III.
Gambar 5.15 Tampilan Menggunakan Fungsi SUMIF

Langkah yang digunakan untuk menyelesaikan kasus tersebut di atas adalah :
a.       Tempatkan pointer pada alamat sel C13
b.      Ketik fungsi =SUMIF(
c.       Sorot range C4:C9, kemudian ketik titik koma (“;”). Format yang digunakan mengikuti format Indonesia.
d.      Ketik angka Romawi “I”, karena anda menghitung total gajii pokok untuk golongan I.
e.       Sorot range D4;D9, kemudian ketik ).
f.       Akhiri dengan menekan tombol Enter atau klik symbol Enter pada Formula Bar.

Sehingga hasil akhir dari rumus tersebut adalah :
=SUMIF(C4:C9,”I”,D4:D9)
Lakukan proses yang sama untuk mencari Golongan II dan Golongan III dan rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
§  Rumus untuk menghitung total gaji pokok golongan “II” adalah :
=SUMIF(C4:C9,”II”,D4:D9)
§  Rumus untuk menghitung total gaji pokok Golongan “III” adalah :
=SUMIF(C4:C9,”III”,D4:D9)

  
B. MENCETAK LAPORAN
Laporan yang anda buat dalam Worksheet kurang optimal, apabila tidak anda cetak. Excel 2003 menyediakan dua pencetakaan yaitu layar (print preview) dan di kertas (Printer).
1.      Menentukan Area Pencetakaan
Sebelum melakukan proses pencetakan, baik di layar monitor (print Preview) atau mencetak ke printer, maka anda dapat memilih area yang akan dicetak. Cara yang digunakan adalah sebagai berikut :
  1. Sorot range yang akan dicetak;
  2. Klik menubar File, kemudian arahkan pada pilihan Print Area, selanjutnya klik Set Print Area;
  3. Lembar kerja yang di sorot/dipilih akan dibatasi dengan garis putus-putus.
Untuk menampilkan batas pencetakan secara jelas dapat anda gunakan klik pada menubar View, kemudian klik pilihan Page Break Preview. Pilihan tampilan ini :
Gambar 5.16 Tampilan Page Break Preview
Untuk menghapus batasan pencetakan tersebut di atas, gunakan klik pada menubar File, kemudian arahkan pada pilihan Print Area dan klik pilihan Clear Print Area.
2.      Menampilkan Hasil Cetakan di Layar (Print Preview)
Fasilitas pencetakan dengan Print Preview ini bermanfaat untuk mengontrol hasil pencetakan sebelum dicetak ke kertas. Dengan demikian diharapkan akan menghindari pemborosan kertas akibat kesalahan cetak.
Cara yang digunakan untuk menampilkan cetakan dilayar (Print Preview) adalah :
  1. Aktifikan worksheet pada workbook yang akan diperlihatkan layoutnya.
  2. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Print Preview. Di layar akan terlihat tampilan sebagai berikut :
Gambar 5.17 Tampilan Print Preview
Disamping itu, untuk menampilkan laporan yang akan dicetak dengan Print Preview ini dapat dilakukan dari icon Print Preview pada toolbar Standard. Cara yang digunakan adalah sebagai berikut :
  1. Aktifkan worksheet pada workbook yang akan diperlihatkan layoutnya.
  2. Klik icon Print Preview pada Toolbar Standard ()
Disamping itu, anda dapat menggunakan perintah sebagai berikut :
  1. Aktifkan worksheet pada workbook yang akan diperlihatkan layoutnya.
  2. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Page Setup…, dan di layar akan terlihat kotak dialog Page Setup, sebagai berikut :
Gambar 5.18 Tampilan Kotak Dialog Page Set-Up Tombol Print Preview
  1. Pada kotak dialog Page Setup tersebut di atas, klik tombol Print Preview.
Selain menggunakan cara seperti tersebut di atas, menggunakan Print Preview dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :
  1. Aktifkan worksheet pada workbook yang akan diperlihatkan layoutnya.
  2. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Print, selanjutnya klik tombol Preview. Perhatikan kotak dialog Print sebagai berikut :
Gambar 5.19 Tampilan Kotak Dialog Print
Tampilan Print Preview dilengkapi dengan beberapa tombol untuk mengoptimalkan bentuk tampilan. Hal ini dilakukan sebelum proses pencetakan ke printer. Tombol-tombol tersebut adalah sebagai berikut :
Tabel 5.2 Tombol-tombol Print Preview
Toolbar
Perintah
Keterangan
Next
Digunakan untuk menampilkan halaman berikutnya. Pilihan ini sama dengan tombol Page Down pada Keyboard.
Previous
Digunakan untuk menampilkan halaman sebelumnya. Pilihan ini sama dengan tombol Page Up pada keyboard.
Zoom
Digunakan untuk memperbesar tampilan layar, tergantung pada posisi mouse di layar. Untuk mengembalikan ke bentuk semula klik tombol mouse di sembarang lokasi pada halaman yang besangkutan atau klik tombol zoom sekali lagi.
Print
Digunakan untuk melakukan proses pencetakan lembar kerja ke printer.
Setup
Digunakan untuk mengatur format halaman lembar kerja yang akan dicetak.
Margin
Digunakan untuk mengatur batas pencetakan/margin langsung pada lembar Print Preview. Jika tombol ini diklik, maka akan muncul garis-garis pemandu pengaturan margin.
Page Break Preview
Digunakan untuk menentukan batas pencetakan halaman. Perintah ini sama dengan memilih Page Break Preview pada menubar View.
Close
Digunakan untuk keluar dari tampilan Print Preview dan kembali ke tampilan normal pada lembar kerja Microsoft Excel.
Help
Digunakan untuk menampilkan fasilitas bantuan yang disediakan Excel 2003.


3.      Menentukan Ukuran Kertas dan Kualitas Pencetakan
Langkah yang digunakan untuk menentukan ukuran kertas dan kualitas pencetakan di kertas adalah sebagai berikut :
  1. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Page Setup atau klik tombol Setup pada tampilan Print Preview. Di layar akan terlihat kotak dialog Page Setup.
  2. Pada kotak dialog Page Setup, klik tab Page.
Gambar 5.20 Kotak Dialog Page Setup-Tab Page
  1. Pada bagian Orientation berfungsi untuk menentukan arah pencetakan lembar kerja. Pilihan ini terdiri dari Potrait (untuk arah pencetakan yang normal/biasa/vertical) dan Landscape (untuk arah pencetakan yang mendatar/horizontal). Perhatikan tampilan berikut :
Gambar 5.21 Tampilan Potrait
Gambar 5.22 Tampilan Landscape
  1. Pada bagian Scaling berfungsi untuk mengatur skala hasil pencetakan. Pilihan Adjust to digunakan untuk mengatur skala pencetakan atau menyesuaikan data yang akan dicetak dengan lebar kertas yang akan digunakan.
Apabila nilaipada bagian Adjust to kurang dari 100%, maka tampilan dan hasil pencetakan laporan akan lebih kecil (diperkecil), demikian juga dengan apabila nilai Adjust to diatas 100%, maka hasil pencetakan laporan akan diperbesar, sesuai nilai yang anda isi.
  1. Bagian Paper size berfungsi untuk memilih jenis kertas yang akan digunakan dalam pencetakan. Pilihan ini terdiri dari ukuran kertas yang Letter, Legal, A4 dan lain sebagainnya.
  2. Klik pilihan High pada bagian Print quality untuk mendapatkan kualitas pencetakan yang tinggi (lebih baik).
  3. Pada bagian First page number berfungsi untuk mengatur nomor halaman awal dari lembar kerja yang akan dicetak. Umumnya anda tidak perlu memilih bagian ini, karena Excel secara otomatis akan menentukan Auto.
  4. Klik tombol OK untuk mengakhiri pengaturan halaman.
4.      Menentukan Batas Margin Pencetakan
Margin merupakan jarak bidang cetak terhadap tepi halaman kertas. Cara yang digunakan untuk menetukan batas margin pencetakan adalah sebagai berikut :
  1. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Page Setup atau klik tombol Setup pada tampilan Print Preview dan klik tab margin. Dilayar akan terlihat kotak dialog Page Setup.
  2. Pada kotak dialog Page Setup, klik tab Margin.
Gambar 5.23 Kotak Dialog Page Setup-Tab Margin
  1. Pada bagian Top berfungsi untuk menentukan jarak antara tepi atas kertas dengan tepi atas daerah cetak.
  2. Bagian Bottom berfungsi untuk menentukan jarak antara tepi bawah kertas dengan tepi bawah daerah cetak.
  3. Bagian Left berfungsi untuk menetukan jarak antara tepi kiri kertas dengan tepi kiri bidang cetak.
  4. Pada bagian Right berfungsi untuk menetukan jarak tepi kanan kertas dengan tepi kanan bidang cetak.
  5. Pada bagian Center on page berfungsi untuk mengatur pencetakan lembar kerja agar ditengah-tengah kertas, baik secara horizontal maupun vertical. Apabila anda klik pilihan Horizontally, maka laporan akan dicetak di tengah pada halaman secara horizontal, demikian juga sebaliknya apabila anda klik pilihan Vertically, maka laporan akan dicetak di tengah pada halaman secara vertical.
Tampilan menentukan batasan-batasan pencetakan ini dapat dilihat pada gambar berikut :
Footer
 
Header
 
Right Margin
 
Bottom Margin
 
Top Margin
 

Left Margin
 
 



Gambar 5.24 Tampilan Margin pada Lembar Kerja
  1. Klik tombol OK untuk menutup kotak dialog Page Setup.
Selain menggunakan kotak dialog tersebut di atas, anda dapat merubah margin langsung pada tampilan Print Preview dengan cara sebagai berikut :
  1. Pastikan laporan yang akan dicetak terlihat dalam kondisi Print Preview. Apabila belum terlihat dalam kondisi Print Preview, gunakan klik pada icon Print Preview atau klik menubar File, kemudian klik pilihan Print Preview.
  2. Klik tombol Margins pada tampilan Print Preview. Kemudian di layar akan terlihat batas-batas pencetakan.
  3. Tempatkan mouse pointer pada posisi margin yang akan dirubah, misalnya ditempatkan pada bagian batas kanan pencetakan.
  4. Klik dan tahan, kemudian geser (drag) pada posisi yang diinginkan.
  5. Lakukan hal yang sama untuk margin kiri, atas dan bawah.
Perhatikan tampilan berikut :
Klik dan tahan, kemudian geser (drag) untuk mengatur margin
 

Gambar 5..25 Tampilan Margin pada Print Preview


5.      Membuat Header dan Footer
  1. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Page Setup atau klik tombol Setup pada tampilan Print Preview. Di layar akan terlihat kotak dialog Page Setup.
  2. Pada kotak dialog Page Setup, klik tab Header/Footer.
Gambar 5.26 Kotak Dialog Page Setup-Tab Header/Footer
  1. Pada bagian Header, klik salah satu pilihan yang sesuai dengan kebutuhan, demikian juga dengan Footer. Misalnya Page 1, untuk memberikan nomor halaman, namun apabila anda akan membuat sendiri Footer atau Header, klik tombol Custom Header atau Custom Footer.
  2. Klik tombol Custom Header untuk membuat Header sesuai dengan keinginan. Demikian juga apabila anda akan membuat Footer sesuai dengan keinginan dapat memilih tombol Custom Footer. Di layar akan terlihat sebagai berikut :
Gambar 5.27 Kotak Dialog Header
  1. Pada kotak dialog Header atau Footer tersebut diatas, ketik atau pilih Header/Footer yang anda inginkan pada posisi Left Section (posisi kiri), Center section (posisi tengah) dan Rigth section (posisi kanan).
  2. Lakukan format terhadap teks pada header/footer tersebut dan anda dapat menyisipkan nomor halaman, tanggal, waktu, nama file, tab lembar kerja serta gambar dengan memilih icon yang tersedia.
  3. Klik tombol OK.




Pilihan icon atau tombol pada bagian Header atau Footer adalah sebagai berikut :
Tabel 5.3 Tombol Pilihan Header and Footer
Toolbar
Keterangan
Menentukan jenis dan ukuran huruf yang akan digunakan.
Menentukan nomor halaman.
Menentukan jumlah halaman lembar kerja.
Menentukan tanggal sekarang dari sistem komputer.
Menentukan jam sekarang dari sistem komputer.
Menentukan nama drive, Folder, dan Nama File (workbook).
Memberikan nama file pada lembar kerja yang akan cetak.
Memberikan nama sheet/lembar kerja pada halaman cetak.
Menempatkan gambar pada lembar kerja aktif.
Mengatur format tampilan gambar yang telah ditempatkan.

6.      Menampilkan Sub Judul Tabel di Setiap Halaman
Pada saat kita ingin mencetak hasil kerja kita dalam format excel yang memiliki data cukup panjang, maka kita perlu menampilkan setiap sub judul tabel pada setiap halaman agar kita mengetahui urutan dari isi tabel tersebut. Oleh karena itu sebelum kita melakukan pencetakan maka kita harus mengatur terlebih dahulu format tampilan dari tabel kita dengan cara sebagai berikut :
a.       Sorot tabel yang akan dicetak dengan menampilkan sub judul di setiap halaman;
b.      Pilih Menu File > Page Setup;
c.       Pilih Sub menu Sheet
d.      Lalu isi pilihan row to repeat to dengan cara blok baris judul yang akan ditampilkan pada setiap halaman.
Gambar 5.28 Kotak Dialog Page Setup – Sheet
Gambar 5.29 Hasil Print Preview dengan Menampilkan Sub judul pada Setiap Halaman

7.      Memodifikasi Halaman
Jika kita ingin mencetak hasil kerja kita dalam bentuk MS. Excel dengan urutan halaman yang ditentukan maka kita bisa lakukan dengan memodifikasi halaman. Hal ini biasanya berguna saat kita ingin menggabungkan hasil kerja kita sebanyak 20 halaman dimana halaman 1 sampai dengan 14 kita kerjakan dengan MS. Word sedangkan halaman 15 sampai dengan 20 kita kerjakan dengan MS. Excel. Maka dengan model contoh tersebut kita bisa memodifikasi halaman pada lembar kerja MS. Excel dengan cara :
a.       Pilih Menu File > Page Setup;
b.      Pada pilihan  Page > scaling adjust to isi dengan persentase tampilan yang diinginkan;
c.       Karena kita ingin memulai halaman 15 pada lembar kerja MS. Excel maka pada pilihan First Page Number isi dengan angka 15;
Gambar 5.30 Kotak Dialog Page Setup > Page
d.      Selanjutnya pada pilihan Header Footer kita dapat menentukan letak dimana halaman tersebut berada untuk Header berarti halaman berada di bagian atas, dan Footer berada di bagian bawah. Pilih Custom Footer untuk menampilkan halaman di bawah dan pilih
& [Page], lalu isi dengan angka 15, untuk perataan halaman dapat diatur sendiri;
Gambar 5.31 Kotak Dialog Page Setup > Header-Footer
Gambar 5.32 Kotak dialog Custon Footer
e.       Lalu Tekan OK;
f.       Hasil penampilan halaman dapat dilihat pada Print Preview.
Gambar 5.33 Hasil Print Preview

8.      Mencetak ke Printer
Hasil akhir pekerjaan yang kita kerjakan pada lembar kerja (sheet) bukanlah tampilan di layar denan Print Preview, akan tetapi cetakan di kertas (Print Out). Suatu hal yang perlu mendapat perhatian dalam proses pencetakan ini adalah kesiapan printer dan telah terinstalasinya printer yang akan digunakan serta telah tersediannya kertas pada printer tersebut.
Untuk melakukan pencetakan ke printer gunakan salah satu cara berikut ini:
  1. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Print atau Ctrl+P.
  2. Klik tombol Print pada toolbar Standard.
  3. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Print Preview, kemudian klik tommbol Print pada tempilan Print Preview.
  4. Klik menubar File, kemudian klik pilihan Page Setup. Pada kotak dialog Page Setup, klik tombol print.
Cara yang digunakan untuk melakukan proses pencetakan adalah :
  1. pilih salah satu cara tersebut diatas, misalnya dengan mengklik menubar File, kemudian klik pilihan print atau Ctrl+P. dilayar akan terlihat kotak dialog Print sebagai berikut :
Gambar 5.34 Tampilan Kotak Dialog Print
  1. pada kotak dialog Print tersebut diatas, klik pilihan Name untuk memilih jenis printer yang digunakan untuk mencetak misalnya EPSON C41.
  2. Tentukan halaman yang akan anda cetak, dengan cara memilih bagian Print range. Pilihan ini anda klik All. Pilihan tersebut adalah sebagai berikut :
  3. Pada bagian Print What digunakan untuk menentukan pilihan data yang akan dicetak. Anda klik pilihan Active sheet (s).
  4. Tentukan jumlah salinan cetakan pada pilihan Number of copies, misalnya tetap diisi 1, apabila anda isi dengan 2, maka satu halaman akan dicetak menjadi 2 lembar.
  5. Apabila akan mencetak dokumen pada file tertentu, klik pilihan Print to File dan akan berbentuk file dengan ekstenasi.prn.
  6. Tentukan susunan halaman yang akan dicetak di setiap copian/rangkap pada pilihan Collate. Umumnya pilihan ini digunakan apabila jumlah halaman yang dicetak cukup banyak.
  7. Apabila anda akan menentukan pilihan-pilihan lain, maka klik tombol Properties, kemudian tentukan pilihan yang sesuai dengan keinginan.
  8. Klik OK untuk menjalankan proses pencetakan ke kertas.



Feed facebook twitter friendfeed G+ Submit