Kamis, 10 Mei 2012 Tags: 0 komentar

Bakat Khusus


BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
Dalam dunia pendidikan, banyak siswa yang cenderung dominan pada salah satu mata pelajaran, namun dalam mata pelajaran lain ada yang kurang mampu, begitu pula sebaliknya. Hal tersebut terjadi karena berbagai macam faktor yang dapat menghambat ataupun mendorong perkembangan bakat seorang siswa. Dalam hal ini, tidak ada manusia yang sama identik meskipun kembar sekalipun. Antara individu yang satu dengan yang lainnya tentunya memiliki perbedaan baik dalam sikap, intelegensi, bakat, minat, kepribadian, ataupun perilaku sosial.
Pada masa remaja, anak sudah dapat memikirkan tentang apa yang ingin dia lakukan dan apa yang mampu dia lakukan. Makin banyak mendengar berbagai kemungkinan, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam pekerjaan akan membuatnya ragu mengenai apa yang paling cocok baginya. Dengan pengenalan bakat yang dimilikinya dan upaya pengembangannya dapat membantu remaja untuk menentukan pilihan yang tepat dan menyiapkan dirinya untuk mencapai tujuannya.
Oleh karena itu, program pendidikan hendaknya dirancang tidak hanya memperhatikan kemampuan belajar tetapi juga perlu memperhatikan kecakapan khusus atau bakat yang dimiliki siswa. Untuk itu kami akan membahas tentang perkembangan bakat khusus.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun hal-hal yang akan dibahas dalam makalah ini diantaranya adalah:
1.      Apakah makna dari bakat dan bakat khusus?
2.      Apa saja jenis dari bakat khusus itu?
3.      Adakah kaitannya antara bakat dengan prestasi?
4.      Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus?
5.      Bagaimana manajemen dari perkembangan bakat khusus yang baik itu?

1.3 Tujuan Makalah
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini diantaranya adalah :
1.    Memahami makna dari bakat dan bakat khusus
2.    Mengetahui jenis-jenis dari bakat khusus yang terdapat pada siswa
3.    Mampu mengaitkan antara bakat dengan prestasi
4.    Mengetahui dan memahami berbagai faktor yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus
5.    Mampu mengembangkan bakat khusus yang dimiliki siswa




BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Bakat Khusus
            Banyak orang membicarakan tentang bakat, tetapi mereka belum sepenuhnya memahami akan makna dari bakat tersebut. Sesungguhnya setiap orang itu pasti mempunyai bakat yang hebat, namun kebanyakan orang tersebut tidak menyadari bakatnya sendiri.  Menurut kami, bakat merupakan kemampuan lahiriyah (karomah) yang dianugerahkan oleh Sang Pencipta kepada mahkluk-NYA. Dalam buku psikologi remaja karangan Moh. Ali dan Moh. Asrori, Bakat (aptitude) memiliki makna kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang perlu pengembangan dan pelatihan lebih lanjut. Pengertian bakat menurut para ahli :
1.    Utami Munandar
     Bakat adalah potensi yang masih memerlukan ikhtiar pengembangan dan pelatihan secara serius dan sistematis agar dapat terwujud.
2.    Conny Semiawan
Bakat adalah kemampuan yang dapat dikembangankan dimasa yang akan datang apabila latihan dilakukan secara optimal.
            Beberapa ahli lainnya berpendapat diantaranya : William B. Michael, bakat diartikan sebagai berikut :
            “An aptitude maybe defined as a person’s capacity, or nepothetical potential, for acquisition of a certain more or less well defined pattern or behavior involved in the performance of a task respeck to which the individual has llad little or no previous training’’
Michael meninjau bakat itu terutama dari segi kemampuan individu untuk melakukan suatu tugas, yang sedikit sekali atau tidak tergantung pada latihan sebelumnya. (Sumadi Suryabrata, 1991: 168 )
            Berbeda dengan Michael, Bingham memberikan definisi bakat sebagai berikut:
            “An aptitude as a condition or set characteristics regarded as symptomatic of an individual’s ability to acquire with training some (usually specified) knowledge, skill, or set of responses such as the ability to speak a language, to produce music, … etc ‘’.
            Bingham menitikberatkan pada kondisi atau seperangkat sifat-sifat yang dianggap sebagai tanda kemampuan individu untuk menerima latihan, atau seperangkat respon seperti kemampuan berbahasa, musik dan sebagainya. ( Sumadi Suryabrata, 1991 : 168-169)
            Guilford (Sumadi Suryabrata, 1991 : 169 ) mengemukakan bahwa bakat itu mencakup tiga dimensi psikologis, diantaranya :
1.     Dimensi Perseptual yaitu meliputi kemampuan dalam mengadakan persepsi, yang meliputi faktor-faktor :
(1)   Kepekaan indera
(2)   Perhatian
(3)   Orientasi waktu
(4)   Luasnya daerah persepsi
(5)   Kecepatan persepsi, dan sebagainya.
2.    Dimensi Psikomotor yaitu mencakup enam faktor :
a.       Kekuatan
b.      Impuls (rangsangan)
c.       Kecepatan Gerak
d.      Ketelitian, yang terdiri dari 2 macam factor yaitu
(1)   Kecepatan statis (menitik beratkan pada posisi)
(2)   Faktor ketepatan dinamis (menitik beratkan pada gerakan)
e.       Koordinasi
f.       Flexibility (keluesan) 
3.    Dimensi Intelektual
Pada umumnya, dimensi ini mendapat sorotan luas karena mempunyai implikasi yang sangat luas pula. Terdapat 5 faktor dalam dimensi ini yaitu :
a.       Faktor ingatan yang terdiri dari :
(1)   Substansi
(2)   Relasi
(3)   Sistem
b.      Faktor ingatan mengenai pengenalan terhadap :
(1)   Keseluruhan informasi
(2)   Golongan
(3)   Hubungan-hubungan
(4)   Bentuk atau struktur
(5)   Kesimpulan
c.       Faktor evaluative meliputi evaluasi mengenai :
(1)   Identitas
(2)   Relasi
(3)   Sistem
(4)   Dan Penting tidaknya problem (kepekaan dalam problem yang dihadapi)
d.      Faktor berfikir konvergen meliputi faktor untuk menghasilkan :
(1)   Nama- nama
(2)   Hubungan- hubungan
(3)   Sistem-sistem
(4)   Transformasi
(5)   Implikasi-implikasi
e.       Faktor berfikir divergen meliputi faktor :
(1)   Untuk menghasilkan unit-unit, seperti word fluency, ideational fluency
(2)   Untuk pengalihan kelas-kelas secara spontan
(3)   Kelancaran dalam menghasilkan hubungan-hubungan
(4)   Untuk menghasilkan sistem seperti exspresional fluency
(5)   Untuk transformasi divergen
(6)   Untuk menyusun bagian-bagian menjadi garis besar atau kerangka
Dari semua penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian bakat adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan, baik yang bersifat umum maupun khusus. Bakat yang bersifat umum biasa disebut gifted sedang bakat khusus biasa disebut talent.

2.2 Jenis – Jenis Bakat Khusus
Bakat khusus (talent) adalah kemampuan bawaan yang dimiliki seseorang untuk bidang tertentu misalnya menggambar, menyanyi, dan menari. (Webster 1957 : 1486). Dalam mengklasifikasikan jenis-jenis bakat khusus akan sangat tergantung pada konteks kebudayaan dimana seseorang individu hidup dan dibesarkan. Contohnya, seorang anak yang dilahirkan dari  keluarga seniman kemungkinan besar anak tersebut memiliki darah seni dari keluarganya. 
Jenis-jenis bakat khusus menurut Conny Semiawan dan Utami Munandar  yaitu sebagai berikut:
a.    Bakat akademik khusus
Misalnya bakat untuk bekerja dalam angka-angka, logika bahasa dan sejenisnya.
b.    Bakat kreatif produktif
Misalnya menghasilkan rancangan arsitektur terbaru, dan menghasilkan teknologi terbaru.
c.    Bakat seni
Misalnya mampu mengaransemen musik, mampu menciptakan lagu dalam waktu 30 menit dan mampu melukis indah dalam waktu singkat
d.   Bakat kinestetik/psikomotorik
Misalnya sepak bola, bulu tangkis, tenis dan ketrampilan teknik.
e.    Bakat sosial
Misalnya sangat mahir melakukan negosiasi, menawarkan suatu produk, berkomunikasi dalam organisasi dan mahir dalam kepemimpinan



2.3    Hubungan antara Bakat dan Prestasi
Perwujudan nyata dari bakat dan kemampuan adalah prestasi. Perlu diketahui karena bakat masih bersifat potesial, seseorang yang berbakat belum tentu mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidangnya jika tidak ada kesempatan untuk mengembangkan bakat tersebut secara maksimal. Bakat memang sangat menentukan prestasi seseorang, tetapi sejauh mana bakat itu terwujud dan menghasilkan suatu prestasi, masih banyak variabel yang ikut menentukan.

2.4    Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Bakat Khusus
Faktor – faktor internal yang mempengaruhi bakat khusus adalah :
1.    Minat
2.    Motif  berprestasi
3.    Keberanian mengambil risiko
4.    Keuletan dalam menghadapi tantangan
5.    Kegigihan atau daya juang dalam mengatasi kesulitan yang timbul
Faktor – faktor eksternal yang mempengaruhi perkembangan bakat khusus adalah:
1.    Kesempatan maksimal untuk mengembangkan diri
2.    Sarana dan prasarana
3.    Dukungan dan dorongan orang tua/keluarga
4.    Lingkungan tempat tinggal
5.    Pola asuh orang tua

2.5    Perbedaan Individual dalam Bakat Khusus
Masing-masing individu memiliki bakat khusus yang berbeda- beda. Menurut Conny Semiawan dan Utami Munandar, perbedaan bakat khusus terlihat dari jenis dan kualitasnya. Perbedaan dalam jenisnya terlihat dari kemampuan yang ditunjukkan, sedangkan perbedaan dalam kualitasnya mengandung makna bahwa diantara individu satu dengan yang lain memiliki bakat khusus yang sama tetapi kualitasnya berbeda.
Contohnya, ada anak yang memiliki bakat intelektual umum, biasanya anak tersebut mempunyai taraf intelegensi yang tinggi dan menunjukkan prestasi sekolah yang menonjol. Adapula yang mempunyai bakat akademis khusus, misalnya dalam matematika dan bahasa, sedangkan dalam mata pelajaran lain belum tentu menonjol. 

2.6    Upaya Pengembangan Bakat Khusus Remaja dan Implikasinya bagi Pendidikan
Individu yang memiliki bakat khusus sangat memerlukan dukunga maksimal dari lingkungannya dengan cara memberikan kesempatan kepada individu untuk mengembangkan bakatnya. Dukungan psikologis dari lingkungan seperti dukungan moral dari orang tua, pola asuh dari orang tua yang memberikan perasaan bebas untuk berekspresi serta penyediaan sarana dan prasarana, sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan bakat khusus individu. Langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam mengembangkan bakat khusus individu yaitu sebagai berikut:
a.    Mengembangkan situasi dan kondisi yang memberikan kesempatan baik bagi anak-anak dan remaja untuk mengembangkan bakat khususnya dengan mengusahakan dukungan baik psikologis maupun fisik.
b.    Berupaya menumbuhkembangkan minat dan motif berprestasi tinggi di kalangan remaja, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.
c.    Meningkatkan kegigihan dan daya juang pada diri anak dan remaja dalam menghadapi berbagai tantangan dan kesulitan.
d.   Mengembangkan program pendidikan berdiferensiasi di sekolah dengan kurikulum berdiferensiasi pula guna memberikan pelayanan secara lebih efektif kepada anak dan remaja yang memiliki bakat khusus.
e.    Memperkaya remaja dengan berbagai pengalaman.
f.     Memberikan pujian dan hadiah/ganjaran terhadap hasil usaha remaja.
g.    Menyediakan sarana dan prasarana untuk mengaktualisasikan bakat remaja
h.     Dan upaya yang paling utama dalam mengembangkan bakat khusus melalui dukungan dari orang tua.
Penjelasan diatas merupakan upaya secara umum dalam mengembangkan bakat khusus.
Adapun upaya yang dapat dilakukan oleh pendidik adalah :
1. Pendidik dapat menerima sebagaimana adanya.
2. Pendidik mengusahakan
anak tidak merasa dinilai oleh orang lain.
3. Pendidik memahami pemikiran,
perasaan dan perilaku anak, menempatkan diri dalam situasi anak, serta melihat dari sudut pandang anak.
4. Kebebasan psikologis
.
5. Orang tua dan guru memberi kesempatan pada anak untuk mengungkapkan pikiran dan perasaannya.
6. Anak berhak menentukan pilihan yang tepat untuk perkembangan bakatnya.
           
            Antara bakat, kemampuan, kapasitas, dan insting mempunyai makna yang berbeda. Seperti  yang telah dijelaskan diatas, secara garis besar bakat dapat diartikan sebagai potensial ability yang masih perlu dikembangkan atau dilatih. Kemampuan adalah daya untuk melakukan suatu tindakan sebagai hasil pembawaan dan latihan. Kemampuan menunjukkan bahwa suatu tindakan dapat dilaksanakan sekarang, sedangkan bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang. Kapasitas dapat diartikan sebagai sinonim dari kemampuan yang dapat dikembangkan sepenuhnya di masa mendatang apabila latihan dilakukan secara optimal. Sedangkan pada umumnya insting terdapat pada hewan, dimana dengan insting itu hewan dapat melakukan sesuatu tanpa latihan sebelumnya.
Pengertian bakat khusus atau talent disini dimaksutkan seseorang yang mempunyai kemampuan bawaan untuk idang tertentu, misalnya bakat menggambar, menyanyi, dan menari. (Webter 1957 : 1486)




DAFTAR RUJUKAN
Ali, Mohammad.dkk. 2011. Psikologi Remaja. Jakarta : Bumi Aksara
Sunarto, dkk. 2008. Perkembangan Peserta Didik. Jakarta : Rineka Cipta





No Response to "Bakat Khusus"

:) :( ;) :D ;;-) :-/ :x :P :-* =(( :-O X( :7 B-) :-S #:-S 7:) :(( :)) :| /:) =)) O:-) :-B =; :-c :)] ~X( :-h :-t 8-7 I-) 8-| L-) :-a :-$ [-( :O) 8-} 2:-P (:| =P~ :-? #-o =D7 :-SS @-) :^o :-w 7:P 2):) X_X :!! \m/ :-q :-bd ^#(^ :ar!

Poskan Komentar

Feed facebook twitter friendfeed G+ Submit